Sejarah Pemakamanan Karet Bivak

0
288
Pintu gerbang pemakaman Karet Bivak. Sumber: Adnan(tt).

kompleks pemakaman Karet Bivak yang berlokasi di sebelah selatan Kali Malang. Kompleks pemakaman tersebut merupakan kompleks pemakaman yang sangat luas di Tenabang, berbatasan dengan Kali Krukut di sebelah barat; Jalan Karet (K.H. Mas Mansur) di sebelah timur; dan Kampung Karet Kubur di sebelah selatan. Disebut karet Bivak karena gerbang pemakaman ini berhadapan dengan Bivak, yaitu kantor dari asrama polisi. Tetapi kini Bivak sudah tidak ada, tergusur oleh pembangunan kota.

Kompleks pemakaman Karet Bivak hingga saat ini masih digunakan dan menerima pemakaman baru. Namun lahannya sudah banyak berkurang karena terkena pelebaran jalan dan pembuatan jalan baru. Pelebaran Jalan Karet (K.H. Mas Mansur) dari 6 meter menjadi 50 meter menyebabkan banyak makam terbongkar. Salahsatu makam yang terbongkar ialah makam ayahanda Bung Karno, Presiden Pertama RI, yang terletak di dekat pintu gerbang makam. Kabarnya makam R. Sostrodihardjo, ayahanda Bung Karno, dipindahkan ke Blitar. Sementara pintu gerbang makam dipindah ke Jalan Penjernihan di sebelah utara pemakaman.

Pembuatan Jalan Penjernihan yaitu jalan menuju Pejompongan juga banyak mengurangi luas lahan pemakaman. Begitu juga rehabilitasi Kali Krukut banyak mengambil lahan pemakaman ini.

Baca Juga:

  1. Kerkhof Taman Prasasti
  2. Mesjid Tua Al-Makmur Tanah Abang
  3. Yang Ajaib dari Makam Keramat di Jakarta

Pemakaman Karet Bivak menjadi terkenal karena di pemakaman tersebut terdapat makam Mohamad Husni Thamrin, tokoh kaum yang juga merupakan pahlawan nasional. Makam Muhamad Husni Thamrin agak eksklusif karena lahannya agak luas. Makamnya memiliki tembok pembatas setinggi kurang lebih 60 cm dan dibuatkan pilar cukup besar setinggi kurang lebih 2 meter. Di atas pilar tersebut diletakkan sebuah batu bulat besar yang diganjal dengan beberapa batu lebih kecil. Hingga dewasa ini makam Husni Thamrin yang meninggal pada 1941 masih ada dan terawat dengan baik.
Selain M.H. Thamrin, di pemakaman Karet Bivak juga terdapat makam Fatmawati Sukarno, orang yang menjahit bendera pusaka sang merah putih; Chairil Anwar, penyair dan tokoh Angkatan ‘45; Ismail Marzuki, komponis Indonesia yang tidak ada duanya; dan Benjamin, aktor Betawi yang serba bisa.

Sejak 1980-an dilakukan penataan makam-makam di pemakaman Karet Bivak. Makam dibuat datar, tidak ditinggikan, diberi rumput, dan diberi batu nisan yang sama. Batu nisan yang berisi nama yang dikuburkan tidak diberdirikan, tetapi diletakkan mendatar dan agak miring sedikit sehingga keseluruhan makam itu tampak berjajar rapi. Lorong-lorongnya diperbaiki dan diberi lampu sehingga pada malam hari pemakaman tersebut tidak begitu menyeramkan. Selain itu juga dibuatkan pelataran parkir yang cukup luas di sisi sebelah utara di dekat Kali Malang atau Banjir Kanal. Dengan demikian penataan pemakaman tersebut tidak mengganggu arus lalu lintas yang menuju ke arah Pejompongan. Akan tetapi dewasa ini lalu lintas di sekitar kompleks pemakaman Karet Bivak sangat ramai dan selalu macet.

Kelima, kompleks pemakaman Islam di Karet Kubur yang terbagi dua, yaitu di sebelah barat dan timur Jalan Karet. Sampai saat ini pemakaman yang berada di sebelah barat masih digunakan. Dengan kata lain pemakaman tersebut masih menerima pemakaman jenazah baru. Sementara kompleks pemakaman yang berada di sebelah timur Jalan Karet sudah dibongkar. Lalu di atas lahan bekas kuburan itu telah berdiri empat buah gedung apartemen berlantai 36.


Dikutip dengan seizin penerbit Masup Jakarta dari buku Abdul Chaer, Tenabang Tempo Doeloe hlm. 128-131. Bukunya tersedia di TokopediaBukaLapakShopee atau kontak langsung ke 081385430505

Lebih jauh baca:

400 Tahun Sejarah Jakarta karya Susan Blackburn yang bisa didapatkan di TokopediaBukaLapakdan Shopee.

Wilayah Kekerasan di Jakarta karya Jerome Tadie yang bisa didapatkan di TokopediaBukalapak, dan Shopee.

Profil Etnik Jakarta karya Lance Castles yang bisa didapatkan di TokopediaBukalapak, dan Shopee.

Batavia Abad Awal Abad XX karya Clockener Brousson yang bisa didapatkan di TokopediaBukalapak, dan Shopee.

Jakarta Punya Cara karya Zeffry Alaktiri yang bisa didapatkan di TokopediaBukalapak, dan Shopee.

Betawi Tempo Doeloe karya Abdul Chaer yang bisa didapatkan di TokopediaBukaLapakdan Shopee.

Batavia Kala Malam: Polisi, Bandit dan Senjata Api karya Margreeth van Till yang bisa didapatkan di Tokopedia dan Shopee.

Dongeng Betawi Tempo Doeloe karya Abdul Chaer yang bisa didapatkan di TokopediaBukalapak, dan Shopee atau telpon ke 081385430505