Sabtu, Oktober 24, 2020

Awal Mula Wajib Helm di Jakarta

Pada akhir 1960-an memasuki 1970-an, jumlah pengendara sepeda motor di Jakarta bertambah dengan cepat walaupun belum semarak sesudah 1980-an dan 1990-an sesudah masuknya sepeda...

Kenangan Gaul dengan Orang Indo

Pada 1957 dan 1958 terjadi pengambilalihan aset industri yang dimiliki perusahaan Belanda. Peristiwa itu dikenal dengan sebutan nasionalisasi perusahaan asing. Kejadian itu juga berkaitan dengan...

Sekolah Campuran Orang Kaya dan Orang Kampung di Jakarta

Hal yang cukup berkesan bagi saya ketika bersekolah di Sekolah Rakyat (SR) Tjikini adalah kondisi sosial murid-muridnya yang merupakan campuran antara anak-anak gedongan Menteng...

Sumur Timba yang Punah

Pada masyarakat asli Jakarta atau Betawi keberadaan sumur sangatlah penting, ia menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari yang tidak dapat dipisahkan. Sumur menjadi penunjang kebutuhan...

Mobil, Motor dan Lalu Lintas Jakarta 1950-1970

Merk mobil di Jakarta pada 1950 terbanyak adalah buatan Amerika seperti Ford, Dodge, Chrysler, Studebaker, Oldsmobile, dan Buick. Saya masih hafal betul merek-merek ini,...

Kongko Betawi

Sebagai makhluk sosial orang-orang senang bergaul, bercengkerama, berbinncang satu sama lain. Sebab itu banyak tumbuh ruang yang kemudian disebut “tempat nongkrong”, biasanya di tempat-tempat...

Kisah Setangan Kain Tutup Kepala Khas Betawi

Seperti etnis-etnis lain di Nusantara, masyarakat tradisional Betawi juga memiliki kain penutup kepala yang disebut setangan, namun pada masyarakat Betawi yang egaliter keberadaan setangan...

POPULER ARTIKEL

Bacaan Porno 1950 sampai 1970-an

Ada yang kenal Valentino atau Enni Arrow? Kalau ada pasti itu dari generasi zaman 1970-an. Ada yang kenal Chin Ping Mei atau Les Hitam?...

Bung Hatta di Hari-hari Terakhir Bung Karno

Hingga Sukarno menjelang wafat, Hatta tetap menjadi sahabat setia. Semua kebencian dan kecewaan semasa bersamanya menjadi bumbu kehidupan, tinggalan harta yang begitu berharga bagi...

Batavia dan Luka Arung Pallaka

Akhir tahun 1660, Arung Pallaka meninggalkan Sulawesi bersama pengikutnya menuju Batavia dengan bantuan VOC, namun dalam hatinya terpatri sumpah tidak akan berhenti mencari cara...
leo Sed neque. Praesent dapibus libero ut id massa ut vulputate, justo