Cililitan Punya Tuan Pieter van den Velde

0
1332
Kata ci berasal dari bahasa Sunda, berarti sungai. Lilitan, atau lengkapnya lilitan kutu adalah nama semacam perdu yang nama latinnya Pipturus velutinus Wedd.

Nama Cililitan diambil dari nama salahsatu anak sungai Ci Pinang. Kini anak sungai tersebut sudah tidak ada lagi bekasnya. Kata ci berasal dari bahasa Sunda, berarti sungai. Lilitan, atau lengkapnya lilitan kutu adalah nama semacam perdu yang nama latinnya ­Pipturus velutinus Wedd., termasuk famili Urticeae (Fillet, 1888: 201).

Kawasan Cililitan dulu terbentang dari Ci Liwung di sebelah barat sampai Ci Pinang di sebelah timur. Sebelah selatan berbatasan dengan kawasan Kampung Makasar dan Condet. Di sebelah utara berbatasan dengan kawasan Cawang.

Bagian sebelah barat Jalan Dewi Sartika sekarang, sebatas simpangan Jalan Kalibata yang biasa disebut Cililitan Kecil, sedangkan yang terletak di sebelah timur Jalan Raya Bogor dikenal dengan nama Cililitan Besar. Dewasa ini nama Cililitan dijadikan nama kelurahan, yaitu Kelurahan Cililitan, Kecamatan Kramat Jati, Kotamadya Jakarta Timur.

Baca Juga:

  1. Di Cawang ada Jago Bapak Cungok
  2. Ancol Dahulu Medan Perang
  3. Bidara Cina dan Pembantaian Orang Cina di Batavia

Nama Cililitan diambil dari nama salahsatu anak sungai Ci Pinang. Kini anak sungai tersebut sudah tidak ada lagi bekasnya. Kata ci berasal dari bahasa Sunda, berarti sungai. Lilitan, atau lengkapnya lilitan kutu adalah nama semacam perdu yang nama latinnya ­Pipturus velutinus Wedd., termasuk famili Urticeae (Fillet, 1888: 201). Tanaman lilitan ini banyak tumbuh di sepanjang sungai sehingga daerahnya disebut Cililitan.

Artikel dikutip dari buku Rachmat Ruchiat, Asal Usul Nama Tempat Di Jakarta, hlm. 39-40.

Pada pertengahan abad ke-17 kawasan Cililitan merupakan bagian dari tanah partikelir Tandjoeng Oost, ketika masih dimiliki oleh Pieter van den Velde (De Haan, 1910: 50). Kemudian status kepemilikannya beberapa kali berpindah tangan. Tahun 1920-an sebagian tanah Cililitan dijadikan Lapangan Udara Cililitan (vliegeld, kata orang Belanda).

Pada masa kemerdekaan nama tersebut diubah menjadi Lapangan Udara Halim Perdanakusuma untuk mengenang jasa-jasa Abdul Halim Perdanakusuma dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan.


Dikutip dengan seizin penerbit Masup Jakarta dari buku Rachmat Ruchiat, Asal Usul Nama Tempat Di Jakarta, hlm. 39-40. Bukunya tersedia di Tokopedia, BukaLapak, Shopee  atau kontak langsung ke WA 081385430505

LEAVE A REPLY