Di Cawang Ada Jago Bapak Cungok

0
2198
Wilayah Cawang pada Google maps

Cawang pernah menjadi buah bibir karena di sana bermukim seorang pesilat beraliran kebatinan bernama Sairin, alias Bapak Cungok.

Kawasan Cawang kini menjadi nama sebuah kelurahan, Kelurahan Cawang, Kecamatan Kramat Jati, Kotamadya Jakarta Timur.

Nama kawasan tersebut berasal dari seorang letnan Melayu yang mengabdi pada Kompeni bernama Enci Awang. Ia bermukim di daerah itu bersama pasukan yang dipimpinnya.

Baca Juga:

  1. Bidara Cina dan Pembantaian Orang Cina
  2. Ancol Dahulu Medan Perang
  3. Masjid Tua Al-Makmur Tanah Abang

Lama-kelamaan sebutan Enci Awang berubah menjadi Cawang. Letnan Enci Awang (Awang, mungkin panggilan dari Anwar) adalah bawahan dari Kapten Wan Abdul Bagus yang bersama pasukannya bermukim di kawasan yang sekarang dikenal dengan nama Kampung Melayu, sebelah selatan Jatinegara.

Kurang jelas apakah sebagian atau seluruhnya, pada 1759 Cawang sudah menjadi milik Pieter van den Velde, di samping tanah-tanah miliknya yang lain seperti Tanjung Timur, Cikeas, Pondok Terong, Tanjung Priok, dan Cililitan (De Haan, 1910: 50).

Artikel dikutip dari buku Rachmat Ruchiat, Asal Usul Nama Tempat Di Jakarta, hlm. 35-36.

Pada awal abad ke-20, Cawang pernah menjadi buah bibir karena di sana bermukim seorang pesilat beraliran kebatinan bernama Sairin, alias Bapak Cungok.

Sairin dituduh oleh pemerintah kolonial Belanda sebagai dalang kerusuhan di Tangerang tahun 1924. Selain itu, ia pun dinyatakan terlibat dalam pemberontakan Entong Gendut di Condet pada 1916. Condet ketika itu termasuk bagian Tanah Partikelir Tanjung Timur (Poesponegoro 1984, (IV): 299–300).


Dikutip dengan seizin penerbit Masup Jakarta dari buku Rachmat Ruchiat, Asal Usul Nama Tempat Di Jakarta, hlm. 35-36. Bukunya tersedia di Tokopedia, BukaLapak, Shopee  atau kontak langsung ke WA 081385430505

LEAVE A REPLY