Misteri Lokasi Landhuis Villa Nova

0
580
Villa Nova pada tahun 1930

Salah satu landhuis atau rumah tuan tanah yang memiliki nilai sejarah penting namun tidak terdapat sisa peninggalannya adalah Landhuis Vlla Nova, landhuis yang menjadi trigger dari perlawanan para Petani Condet yang dipelopori oleh Entong Gendut di bulan April 1916.

Letak Landhuis Villa Nova sampai saat ini masih menjadi pertanyaan, karena tidak adanya peninggalan bangunan yang tidak tersisa membuat sebagian sejarawan terkecoh mengenai lokasi Landhuis ini berada.

Beberapa literatur yang ditulis sering mengaitkan Landhuis Villa Nova dengan Landhuis Tandjong Oost atau Groeneveld yang berada di Kampung Gedong, Pasar Rebo. Padahal keduanya merupakan dua landhuis yang berbeda meski berada di dalam satu wilayah yang cukup berdekatan.

Baca Juga:

  1. Kemelekeran
  2. Sejarah Silat Betawi
  3. Jago dan Jagoan Betawi: Suatu Tinjauan Historis

Kekeliruan ini kemudian diperparah dengan dikeluarkannya SK. Gubernur DKI Jakarta tahun 2016, yang menyebut Landhuis Tandjong Oost atau Groeneveld sebagai Landhuis Villa Nova. Upaya pelurusan sejarah ini mau tidak mau harus dilakukan agar kekeliruan tidak terus berlarut-larut hingga lambat laun diyakini menjadi sebuah kebenaran.

Berdasar data sejarah yang ditemukan pada artikel koran maupun jurnal dan buku Belanda, diketahui bahwa Landhuis Villa Nova terletak di Kampung Makassar, Kramatjati. Sebuah daerah perkebunan swasta yang dahulu merupakan bagian dari Land Hermendaal, wilayahnya terbentang luas dari Pinang Ranti sampai sebagian Kramatjati wilayah tenggara sekarang.

Landhuis Villa Nova berdasar catatan sejarah setidaknya dan telah ada sejak tahun 1867, ditulis dan diberitakan  pada harian berbahasa Belanda, Bataviaasch Handelsblaad, Rabu, 4 September 1867.

Di Landhuis Villa Nova ini pernah muncul rumor menghebohkan, menjadi pembicaraan berita di koran-koran. Sebuah rumor ditemukannya emas-emas di lahan perkebunan dan Landhuis Villa Nova, yang sengaja diciptakan oleh pemilik agar dapat menarik perhatian para saudagar Cina dan orang-orang kaya di Batavia dan Meester Cornelis dan membelinya (De Tijd, 24 Oktober 1902).

Melalui penelitian lapangan dan hasil wawancara masyarakat setempat yang berusia 70 tahun ke atas menyebut bahwa lokasi Landhuis Villa Nova terletak di ujung jalan Batu Tumbuh, lokasi diantara Dinas Perbekalan dan Angkutan dan Pusat Kesehatan TNI AD (Perbekut Pusdikkes) dan Kramatjati Plaza.

Hal ini didukung oleh  apa yang ditulis dalam berita acara yang dibuat R. Pringgodimedjo Asisten Wedana Pasar Rebo tertanggal 17 April 1916, menceritakan tentang lokadi peristiwa pelemparan batu awal terjadinya Pemberontakan Entong Gendut. Sewaktu D.C. Ament berkunjung ke Landhuis Villa Nova datang dari arah barat daya Landhuis Villa Nova, diperkirakan dari arah Jalan Raya Condet sekarang (Jl. Ayamah).

Tidak diketahui secara pasti siapa pemilik pertama Landhuis Villa Nova, di artikel iklan surat kabar berbahasa Belanda hanya menyebut pemiliknya di abad 19.

Diketahui Landhuis Villa Nova dimiliki oleh seorang bangsawan Inggris bernama Sir Henry Kippisley yang beristeri Lady Anna Rollinson, mereka berdua pasangan bangsawan Inggris yang berasal dari Chadlington, Oxford, Inggris. Di tahun 1913 Sir Henry Kippisley wafat dan kepemilikan Landhuis menjadi milik janda mendiang Sir Henry Kippisley, yaitu Lady Anna Rollinson.

Pada tahun berikutnya Lady Anna Rollinson menikah dengan pembesar Belanda bernama Johannes Rudolf Van Der Vossen, maka Lady Anna Rollinsonpun menggunakan nama famili menjadi Lady Anna Rollinson Van Der Vossen.

Keberadaan Landhuis Villa Nova masih dapat diketahui dari dokumentasi foto KITLV di tahun 1930an, kemungkinan Landhuis ini mengalami kehancuran sewaktu Jepang menguasai Indonesia dan Kampung Makassar dijadikan tempat kamp tahanan orang Belanda. Beberapa orang tua di Kramatjati menyatakan sampai tahun 70an masih ditemukan sisa-sisa pondasi bangunannya.

LEAVE A REPLY