Kampung Makasar dan Sultan Hasanuddin

0
3426
Laki-laki Makassar (Haks, Leo dan Guus Maris. 1995. Lexicon of Foreign Artists who Visualized Indonesia [1600–1950]. Singapura: Archipelago Press)

Sejak kapan muncul Kampung Makasar? Siapakah yang memulai dan apakah ada kaitannya dengan Sultan Hasanuddin?

Kawasan yang termasuk Kampung Makasar kini meliputi wilayah Kelurahan Makasar dan sebagian dari wilayah Kelurahan Kebon Pala, Kecamatan Kramat Jati, Kotamadya Jakarta Timur.

Disebut Kampung Makasar karena sejak 1686 dijadikan tempat permukiman orang-orang Makassar, di bawah pimpinan Kapten Daeng Matara. Mereka adalah bekas tawanan perang yang dibawa ke Batavia setelah Kerajaan Gowa, di bawah Sultan Hasanuddin, tunduk kepada Kompeni karena dibantu oleh Kerajaan Bone dan Soppeng.

Baca Juga:

  1. Dulu Mayoran Sekarang Kemayoran
  2. Di Cawang ada Jago Bapak Cungok
  3. Jatinegara atau Mester

Pada awalnya keberadaan mereka di Batavia diperlakukan sebagai budak, kemudian dijadikan pasukan bantuan dan dilibatkan dalam berbagai peperangan yang dilakukan Kompeni. Tahun 1673 mereka ditempatkan di sebelah utara Amanusgracht yang kemudian dikenal dengan sebutan Kampung Baru.

Mungkin merasa bukan bidangnya menggarap lahan, tanah di Kampung Makasar yang diperuntukkan bagi mereka itu tidak mereka garap sendiri, melainkan disewakan kepada pihak ketiga. Kemudian tanah tersebut jatuh ke tangan Diederik Willem Preyer.

Artikel dikutip dari buku Rachmat Ruchiat, Asal Usul Nama Tempat Di Jakarta, hlm. 64-65.

Salah seorang putri Daeng Matara menjadi istri Pangeran Purbaya dari Banten yang memiliki beberapa rumah dan ternak di Condet yang terletak sebelah barat Kampung Makasar.

Perlu dikemukakan bahwa pada 1810 secara administratif Daendels menggabungkan pasukan Makassar dengan pasukan Bugis.

Pada awal abad ke-20, tanah di Kampung Makasar menjadi milik keluarga Rollinson. “… tanggal 5 April 1916, yaitu ketika Entong Gendut memimpin segerombolan orang-orang berkerumun di depan Villa Nova, rumah Lady Rollinson, pemilik Tanah Partikelir Cililitan Besar”.


Dikutip dengan seizin penerbit Masup Jakarta dari buku Rachmat Ruchiat, Asal Usul Nama Tempat Di Jakarta, hlm. 64-65. Bukunya tersedia di TokopediaBukaLapakShopee  atau kontak langsung ke WA 081385430505

LEAVE A REPLY