Ragunan dan Perang Perebutan Tahta di Banten

0
2920
Wilayah Ragunan pada Google Maps

Apa kaitan nama Ragunan dengan bantuan Kompeni sehingga akhirnya Sultan Haji berhasil menduduki takhta Kesultanan Banten pada akhir abad ke-17?

Kawasan Ragunan dewasa ini menjadi sebuah kelurahan, yaitu Kelurahan Ragunan, termasuk dalam wilayah Kecamatan Pasar Minggu, Kotamadya Jakarta Selatan.

Nama Ragunan berasal dari Pangeran Wiraguna, yaitu gelar yang disandang tuan tanah pertama kawasan itu, Hendrik Lucaasz Cardeel yang diperolehnya dari Sultan Banten Abunasar Abdul Qahar atau biasa disebut Sultan Haji. Menarik untuk disimak, bagaimana seorang Belanda kelahiran Steenwijk, dianugerahi gelar begitu tinggi oleh Sultan Banten, musuh Belanda. Rangkaian peristiwanya mungkin dapat digambarkan secara sekilas sebagai berikut.

Pada 1675 dari Banten terbetik berita bahwa sebagian dari Keraton Surasowan di Banten, tempat bertakhtanya Sultan Ageng Tirtayasa, terbakar. Dua bulan setelah kebakaran itu Hendrik Lucaasz Cardeel datang. Ia seorang juru bangunan yang mengaku melarikan diri dari Batavia karena ingin memeluk agama Islam dan membaktikan diri kepada Sultan Banten.

Baca Juga:

  1. Dari Mana Nama Matraman
  2. Kebayoran atau Kebayuran
  3. Jatinegara atau Mester

Pucuk dicinta ulam tiba, Sultan memang sedang membutuhkan ahli bangunan berpengalaman. Kemudian Cardeel ditugasi memimpin pembangunan  istana dan kemudian bangunan-bangunan lainnya, termasuk bendungan serta istana peristirahatan di sebelah hulu Ci Banten, yang dikenal dengan sebutan bendungan dan istana milik Sultan Ageng Tirtayasa.

Seluruh perhatian Sultan Tirtayasa seolah-olah tersita oleh kegiatan pembangunan yang dilaksanakan oleh Cardeel. Rupanya tidak sedikit pun terlintas dalam pikirannya untuk melakukan suatu gerakan militer ke Batavia.

Padahal ketika itu sebagian besar kekuatan Kompeni sedang dikerahkan ke Jawa Tengah dan Jawa Timur dalam rangka membantu Mataram menghadapi Pangeran Trunojoyo, dari 1677 sampai 1681.

Sementara itu, Sultan Haji terus-menerus mendesak agar dirinya segera dinobatkan menjadi sultan. Akhirnya terjadilah perang perebutan takhta antara ayah dan anak. Dalam keadaan terdesak, Sultan Haji mengirim utusan ke Batavia untuk meminta bantuan Kompeni.

Dengan bantuan Kompeni akhirnya Sultan Haji berhasil menduduki takhta Kesultanan Banten. Sultan Haji sudah tentu harus memenuhi segala tuntutan penolongnya, yaitu Belanda.

Artikel dikutip dari buku Rachmat Ruchiat, Asal Usul Nama Tempat Di Jakarta, hlm. 96-98.

Adapun yang diutus ke Batavia untuk meminta bantuan tidak lain adalah Kiai Aria Wiraguna, alias Cardeel. Atas jasanya, Cardeel ditingkatkan gelarnya menjadi Pangeran Wiraguna dan mendapatkan sejumlah hektare tanah.

Beberapa tahun kemudian, Pangeran Wiraguna merasa bahwa Kesultanan Banten terasa sempit karena semakin banyak yang tidak menyukainya. Pada 1689 Cardeel pamit kepada sultan, dengan dalih akan pulang ke negerinya.

Akan tetapi, ternyata dia menetap di Batavia, kembali memeluk agama Kristen dan menjadi tuan tanah yang kaya-raya. Tanahnya yang terluas adalah di kawasan yang namanya sampai saat ini mengingatkan kita pada sosok Hendrik Lucaasz Cardeel yang bergelar Pangeran Wiraguna, yaitu Ragunan. Di kawasan ini pula ia dimakamkan. Hingga kini makamnya dikeramatkan oleh sebagian orang.


Dikutip dengan seizin penerbit Masup Jakarta dari buku Rachmat Ruchiat, Asal Usul Nama Tempat Di Jakarta, hlm. 96-98. Bukunya tersedia di TokopediaBukaLapakShopee  atau kontak langsung ke WA 081385430505