Ada Palang Pintu, Ada Berebut Dandang

0
463
Palang Pintu Berebut Dandang - PS Matjan Belang Djitoe

Dalam adat perkawinan orang Betawi ada sebuah ritual tradisi yang dijalankan saat lamaran, yaitu “buka palang pintu”. Buka Palang Pintu mewakili dua dua pihak, yaitu mempelai pria dan mempelai wanita. Kedua pihak itu menggelar seni pertunjukkan (straatvertoning), di antaranya pantun, “maen pukulan” atau pencak silat khas Betawi.

Sejak kapan ada tradisi Buka Palang Pintu di tanah Betawi? Tidak ada dokumen sejarah yang menjelaskan perihal ini. Tetapi, ada laporan dari penghujung abad ke-19 yang merekam  beberapa macam kesenian dalam tradisi perhelatan perkawinan di zaman itu, termasuk adanya musik gambus yang mengiringi ritual dengan lagu-lagu berbahasa Arab.

Dalam prosesi Buka Palang Pintu urutannya dimulai dari ngarak diiringi shalawat dustur atau yang lebih dikenal dengan shalawat Nabi, besambut pantun, beklai (berkelahi), dan pelantunan sike (pembacaan ayat Al Quran).

Shalawat dustur diibaratkan sebagai pembuka kata salam dari pihak mempelai pengantin pria atau tuan raja mude kepada pihak mempelai wanita atau tuan putri. Lantas besambut pantun merupakan gambaran adat dan kebiasaan masyarakat Betawi dalam berkomunikasi. Sebuah dialog sampiran-isi  antara kedua pihak mempelai.

Baca Juga:

  1. Komik Super Hero Indonesia
  2. Riwayat Komik Silat 
  3. Bacaan Porno 1950 sampai 1970-an

Sedangkan pencak silat dan pelantunan sike mempresentasikan pihak mempelai pria yang nantinya sebagai kepala keluarga, diwajibkan untuk mampu menjadi tempat berlindung dalam hal keamanan dan bernaung dalam hal kerohanian (sebagai imam).

Adegan perkelahian pencak silat yang menjadi inti prosesi Buka Palang Pintu, sejatinya tidak harus ada yang menang dan yang kalah. Ketika perkelahian sedang berlangsung sengit para sesepuh dari kedua mempelai berlakon mendamaikan. Sebab adat Buka Palang Pintu ini diadakan untuk menghantarkan niat baik untuk menyatukan kedua pihak keluarga dalam satu ikatan pernikahan.

Dalam tradisi masyarakat Betawi yang bersentuhan dengan wilayah kebudayaan Sunda seperti di wilayah timur (Bekasi dan Depok) dikenal juga acara yang sejenis dengan Buka Palang Pintu, yaitu Berebut Dandang.

Dalam tradisi Berebut Dandang ini dandang disandang di punggung jago pihak mempelai perempuan. Zaman dahulu seorang jago, bobotoh atau wakil besan, diberi aturan dengan kriteria seorang lelaki yang telah tengah tuwuh atau berusia 40 tahun ke atas, berpenampilan jantan, bertubuh tinggi besar, berwajah angker, dan yang terpenting berkumis baplang selayaknya tampilan jawara secara umum.

Tidak ada perbedaan yang prinsipil di antara Buka Palang Pintu yang tidak menggunakan dengan yang menggunakan dandang, hanya saja terdapat penambahan makna dalam bentuk sebuah dandang.

Dandang tembaga bermakna sebagai lambang dari kekuatan serta kekayaan. Kekayaan tidak jatuh dari langit begitu saja, tetapi sesuatu yang harus diusahakan dan diperjuangkan.

Jika ditelaah kiranya tradisi Buka Palang Pintu yang disisipi Besambut Dandang ini ada pengaruh dari tradisi masyarakat Sunda, yaitu Adu Jaten Parebut Se’eng (Adu Kejantanan Saling Merebut Dandang) yang pendukungnya banyak ditemukan di daerah Bogor, Krawang, dan Bekasi yang notabene berbatasan dengan tanah Betawi.


Lebih jauh lihat buku:

Kamus Melayu Dialek Jakarta karya Abdul Chaer yang bisa didapatkan di Tokopedia, Bukalapak, dan Shopee.

Folklor Betawi: Kebudayaan dan Kehidupan Orang Betawi karya Abdul Chaer yang bisa didapatkan di TokopediaBukalapak, dan Shopee.

Batavia Abad Awal Abad XX karya Clockener Brousson yang bisa didapatkan di TokopediaBukalapak, dan Shopee.

Jakarta Punya Cara karya Zeffry Alaktiri yang bisa didapatkan di TokopediaBukalapak, dan Shopee.

Dongeng Betawi Tempo Doeloe karya Abdul Chaer yang bisa didapatkan di TokopediaBukalapak, dan Shopee.

400 Tahun Sejarah Jakarta karya Susan Blackburn yang bisa didapatkan di TokopediaBukaLapakdan Shopee.

Batavia Kala Malam: Polisi, Bandit dan Senjata Api karya Margreeth van Till yang bisa didapatkan di Tokopedia dan Shopee.

Jakarta 1950-1970an karya Firman Lubis yang bisa didapatkan di TokopediaBukaLapak, dan Shopee atau telpon ke 081385430505

Buku terkait dengan artikel.