Puk Cue Kerupuk Khas Kepulauan Seribu

0
245
Puk Cue-Sambal Kacang dengan sajian teh manis

Makanan merupakan salah satu aspek terpenting dalam budaya masyarakat tertentu, perannya sangat menonjol dalam menunjukkan ikon ke khasan suatu tempat atau tradisi. Tidak terkecuali pada kehidupan masyarakat pesisir dan Kepulauan Seribu di Jakarta, makanan menjadi simbol dan penanda adanya pengaruh budaya satu sama lain. Karena masyarakat di Kepulauan Seribu merupakan masyarakat yang heterogen, lahir dari berbagai macam latar belakang etnis yang saling melengkapi.

Pada masyarakat Kepulauan Seribu selain sebagai kebutuhan pokok, makanan juga merupakan sebuah produk yang telah menjadi bagian dari budaya masyarakat di kepulauan atau yang biasa disebut sebagai Orang Pulo.

Terdapat empat pola sistem penyajian dalam budaya Orang Pulo, yaitu sebagai makanan sehari-hari, makanan kudapan untuk mengisi waktu luang dan menyambut tamu, makanan hari besar seperti Hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha dan makanan untuk ritual suatu peristiwa khusus seperti sesaji untuk arwah para leluhur.

Baca Juga:

  1. Pengalaman Berburu Soto dan Sop di Jakarta
  2. Ganyang Sondhi dan Martabak India
  3. Cerita Aneka Es di Jakarta

Dari empat pola sistem penyajian makanan Orang Pulo, makanan kudapan menjadi aspek terpenting dalam menjalin dan menjaga hubungan sosial budaya Orang Pulo. Dalam setiap kegiatan yang diselingi dengan perbincangan hangat atau dalam menyambut tamu, makanan kudapan bagi Orang Pulo menjadi hal yang harus disegerakan.

Makanan kudapan adalah jenis makanan yang dimakan di antara waktu makan utama atau lazim disebut sebagai makanan teman minum kopi dan teh manis. Makanan kudapan menjadi dianggap lebih penting manakala sebagian besar bahan-bahannya diperoleh dari daratan, agak sulit mendapatkannya karena tidak seperti makanan harian yaitu ikan yang telah tersedia di perairan selain nasi yang berasal dari daratan.

Jenis-jenis makanan kudapan Orang Pulo umumnya berbahan dasar tepung terigu, sagu dan ketan yang semuanya diperoleh dari daratan, sementara makanan kudapan yang berbahan dasar dari laut seperti rumput laut hanya sedikit dan jarang dibuat karena membutuhkan waktu yang cukup lama.

Makanan kudapan Orang Pulo berdasarkan rasanya dapat digolongkan menjadi dua jenis, yaitu manis dan gurih-asin. Makanan kudapan manis yang menjadi kudapan khas Orang Pulo seperti kue putri mandiri, kue lapis, peler bedebu, kue kolong (donat) dan sengkulun. Sedangkan makanan kudapan khas dengan jenis rasa gurih asin yang paling terkenal hingga ke daratan adalah puk cue. Ini merupakan sebutan singkat dari kerupuk cue, makanan kudapan berbahan dasar adonan campuran ikan cue dan tepung sagu yang dikukus.

Meski kudapan ini berjenis kerupuk yang dihasilkan dari irisan tipis adonan ikan cue dan tepung sagu kukus yang berbentuk bulat memanjang, namun masyarakat Pulo dalam penyajiannya puk cue ini kerap dengan potongan yang tebal.

Puk cue sering disajikan tidak seperti kerupuk pada umumnya. Bentuknya yang kenyal digoreng hingga matang (tidak garing). Selintas dari rasa lebih menyerupai pempek, namun bedanya jika pempek disajikan dengan kuah saus campuran gula merah, cuka dan ebi maka puk cue disajikan dengan kuah saus berupa sambal kacang. Makanan kudapan gurih khas Kepulauan Seribu ini, menurut penuturan sebagian besar Orang Pulo yang paling terkenal kelezatannya berasal dari Pulau Panggang.

Puk cue lebih “lezar” (sebutan untuk istilah nikmat Orang Pulo) bila dihidangkan dengan minuman teh manis hangat yang tidak terlalu kental sebagai temannya, disantap ketika menjelang sore hari sambil mendengar deru ombak dan semilir angin Kepulauan Seribu.

Lebih jauh baca:

Mustikarasa: Resep Masakan Indonesia Warisan Sukarno yang bisa didapatkan di TokopediaBukaLapakdan Shopee.

400 Tahun Sejarah Jakarta karya Susan Blackburn yang bisa didapatkan di TokopediaBukaLapakdan Shopee.

Wilayah Kekerasan di Jakarta karya Jerome Tadie yang bisa didapatkan di TokopediaBukalapak, dan Shopee.

Folklor Betawi: Kebudayaan dan Kehidupan Orang Betawi karya Abdul Chaer yang bisa didapatkan di TokopediaBukalapak, dan Shopee.

Batavia Abad Awal Abad XX karya Clockener Brousson yang bisa didapatkan di TokopediaBukalapak, dan Shopee.

Jakarta Punya Cara karya Zeffry Alaktiri yang bisa didapatkan di TokopediaBukalapak, dan Shopee.

Dongeng Betawi Tempo Doeloe karya Abdul Chaer yang bisa didapatkan di TokopediaBukalapak, dan Shopee.

Jakarta 1950-1970an karya Firman Lubis yang bisa didapatkan di TokopediaBukaLapak, dan Shopee atau telpon ke 081385430505

Buku terkait dengan artikel.

LEAVE A REPLY