Kapitein Joncker Sanweru Van Manipa

0
1076
Makam Kapiten Joncker di Marunda

Kapitein Joncker, prajurit perang dan putera Sangaji (pejabat Kesultanan Ternate) dari Tumalehu, Manipa di Maluku Tengah ini pernah menggemparkan Nusantara, Seorang Kettingganger (orang rantai tawanan perang) Belanda di Perang Maluku yang kemudian dibawa Belanda ke Batavia pada tahun 1656 menjadi Soldier of Fortune untuk dipaksa berperang melawan bangsanya sendiri. Ia merupakan satu dari 30 orang Maluku yang dibawa oleh Admiral de Vlaming van Ouschoorn sebagai tawanan perang yang telah berkecamuk sejak tahun 1630, satu pasukan kecil yang diangkut dari Kepulauan Maluku seperti Manipa, Kelang, Buano dan Jazirah Hoamoal (Seram Barat) yang dipimpin oleh Raja Luhu alias Kapitein Tahalele. 30 orang yang semuanya beragama Islam itu merupakan tawanan perang gelombang kedua yang menginjakkan kaki di Batavia setelah orang-orang Banda pada tahun 1623.

Para sejarawan belum bisa memastikan nama asli dari tokoh yang bernama Belanda Joncker ini, hanya satu kali dalam data sejarah yang menyebut namanya Joncker Manipa Sanweru. Apakah Sanweru merupakan nama asli dari Joncker? Belum ada yang bisa memastikan hal ini, yang pasti dalam dokumen-dokumen VOC Joncker disebut sebagai Condottieri (pemimpin) pasukan Ambon dengan gelar Kapitein Joncker.

Baca Juga:

  1. Chairil Anwar dan Jakarta
  2. Onghokham Sejarawan Hedonis Jakarta
  3. Sukarno Suka Banyak Anak Tak Suka KB

Sepak terjangnya sebagai Kapitein dalam pasukan Belanda menjadi momok menakutkan bagi prajurit-prajurit Kerajaan Nusantara yang melawan Belanda. Misalnya, hanya dengan 76 orang anak buahnya sukses menjadi pengawal Amangkurat II dan berhasil menangkap Trunojoyo.

Bersama Arung Palakka, Kapiten Joncker merupakan problem solver dari segala permasalahan pemberontakan yang ditimbulkan oleh kerajaan-kerajaan di Nusantara. Keduanya berhasil menaklukkan pemberontakan di Minangkabau, Palembang, Jambi, Makassar, dan Banten, serta Nagapattinam dan Srilanka.

Keberanian dan loyalitas menjadi modal di setiap pertempurannya, seperti perang di Srilanka. Meski tangan kirinya tidak lagi bisa digerakkan karena terkena tembakan namun ia masih bisa membantai puluhan pasukan lawan sendirian dan memenangi pertempuran.

Berkat jasa-jasa dan keberhasilan ekspedisi membela VOC keduanya mendapatkan hadiah, masing-masing mendapatkan sebidang tanah. Aru Pallaka di daerah Angke dan Kapitein Joncker di daerah Marunda yang sekarang dikenal sebagai daerah Pajongkoran.

Sebagai penganut Islam yang taat ia kerap dengan pengawalan 40-50 orang (15 orang diantaranya bersenjata api) shalat malam dan berkhalwat di Masjid Al Alam Marunda, berseberangan dengan gaya hidup sebagian besar tentara Belanda yang suka berpesta dengan bermabuk-mabukan, hingga banyak yang menjauhi dirinya.

Di akhir-akhir hidupnya ia dibenci Belanda, bermula dari hasutan makar oleh Majoor St. Isaac De Martin yang sewaktu menjadi atasannya di Perang Banten merasa dipermalukan hingga menaruh dendam. Melihat gelagat tidak baik petinggi-petinggi Belanda, maka pada tahun 1684, Tete Joncker ditunjuk menjadi pemimpin pasukan kelompok etnis Nusantara di Batavia untuk mengangkat senjata melawan Belanda.

Dalam buku Van Der Chijs berjudul Kapitein Joncker 1630, ia disebut oleh salah seorang pemimpin masyarakat Jawa yang memberikan kesaksian kepada seorang pejabat VOC di Batavia, “Kapiten Joncker bagai obor bagi pasukan kulit berwarna, bila obor itu padam maka pasukan kulit berwarna akan berada dalam kegelapan”.

Pada 24 Agustus 1689, dalam pertempuran yang tidak seimbang di Sukapura, dimana 2000 pasukan Belanda ditambah compagnie pasukan Melayu, Bugis, Mardjiker dan Bali harus dihadapi 1000 orang pasukan Kapitein Joncker. Kapitein Joncker Sanweru Van Manipa berhasil dibunuh dengan dibokong ketika berkuda oleh Letnan Holscher dan Wanderpoel yang menggempur dari arah laut, mayatnya dikebumikan di Pejongkeran, Marunda yang merupakan daerah wilayah kekuasaannya di Batavia.


Buku referensi terkait 400 Tahun Jakarta karya Susan Blackburn buku bisa di dapatkan di TokopediaBukaLapakShopee atau kontak langsung ke 081385430505.