Kampung Lagoa Bukan dari Nama Orang

0
501
Lagoa, Tanjung Priok Peta 1882

Lusitania adalah sebutan yang terdapat dalam literatur-literatur klasik latin sebelum akhirnya bernama Portugal yang terkenal merupakan salah satu negera pelopor penjelajahan laut dunia.

Portugis adalah sebutan untuk penduduk Negara Portugal yang juga dipakai untuk menyebut bahasa yang digunakan penduduknya.

Sebagai negara Eropa pelopor penjelajahan dunia yang dilatar belakangi semangat dan motivasi feitoria (emas), fortaleza (kejayaan), dan igreja (gereja-misi penyebaran agama Katolik), Portugal memiliki daerah-daerah koloni di belahan dunia Asia dan Afrika. Terlebih setelah ditemukannya teknologi navigasi laut yang turut membantu penjelajahannya.

Baca Juga:

  1. Dari Cionder Groneveld sampai Condet
  2. Kramatjati Riwayatmu Dulu
  3. Nama Kampung Gedong Sebab Gedung Landhuis

Penjelajahan bangsa Portugis di Asia dimotori oleh Alfonso de Albuquerque, seorang Gubernur Portugis kedua dari Estado da India (negara bagian India) yang berkedudukan di Ormuz, Goa, India. Dari Goa, Albuquerque mencanangkan ekspedisi ke Nusantara dengan tujuan penaklukkan Malaka yang jatuh ke tangannya pada tahun 1511.

Alfonso de Albuquerque menjadi orang Eropa yang mengenalkan Asia khususnya Nusantara kepada bangsa-bangsa Eropa lain, yang juga mempelopori penjajahan bangsa Eropa atas Nusantara seperti Spanyol dan Belanda. Dengan Malaka sebagai basis untuk melakukan penjelajahan lebih lanjut di Asia Tenggara dan Asia Timur.

Dari Malaka penjelajahan Portugis di Nusantara dilanjutkan ke arah Kepulauan Maluku untuk mencari komoditas rempah-rempah yang setara dengan emas pada masa itu, hingga selanjutnya Pulau Jawa di selatan menjadi incaran berikutnya.

Salah seorang penjelajah bangsa Portugis bernama Tome Pires telah menginjakkan kakinya di Pulau Jawa pada tahun 1512, ia banyak menggambarkan tentang Kerajaan Sunda yang disebutnya sebagai De Isle De La Sonde pada sebuah buku berjudul Suma Oriental.

Ada yang menarik dari setiap penjelajahan bangsa Portugis, disamping meninggalkan artefak berupa padrao atau prasasti berukuran besar berlambang Kerajaan Portugal di setiap daerah yang di klaim sebagai miliknya, juga meninggalkan unsur-unsur budaya baik berupa bahasa maupun toponimi.

Salah satu padrao yang ditemukan di Nusantara terletak di Sunda Kalapa yang saat ini disimpan di Musium Nasional Indonesia. Di samping itu pula daerah-daerah pesisir pantai Jakarta beberapa toponimi yang berakar kata dari bahasa Portugis, seperti nama-nama Palma, Roa, Papanggo (Pampanggo) dan Lagoa.

Khusus toponimi Lagoa di Jakarta Utara menjadi menarik perhatian, karena di daerah tersebut melahirkan pendapat bahwa toponimi Lagoa berasal dari nama seorang tokoh asal Bugis yang bermukim di Tanjung Priok sejak 1930an. Namun hal ini hanya pendapat yang tidak berdasar karena nama Lagoa telah disebut pada peta-peta lama Batavia jauh sebelum keberadaan tokoh asal Bugis yang bernama Lagoa.

Sejatinya Lagoa merupakan kosa kata bahasa Portugis yang dijadikan toponimi di wilayah Tanjung Priok, Jakarta Utara. Lagoa merupakan kata dari bahasa Portugis untuk sebutan laguna, yaitu daerah perairan yang relatif dangkal dan sepi, terletak di lingkungan pesisir dan memiliki akses ke laut namun terpisah dari kondisi kelautan yang terbuka oleh penghalang berbentuk sandy atau shingly wave built, seperti gundukan pasir, pulau penghalang dan terumbu karang.

Di setiap negeri-negeri bekas koloni Portugal atau Komunitas Negara-negara berbahasa Portugis yang disebut Comunidade dos Paises de Lingua Portuguesa (CPLP) seperti Brazil, Angola, Guinea Bissau, Mozambik, Sao Tome e Principe, Tanjung Verde dan Timor L’Este serta Guinea Khatulistiwa ditemukan nama toponimi Lagoa. Ini sebuah kewajaran sebab dimana Portugis berpijak terutama di daerah pesisir pantai, maka disitu akan ditemukan nama Lagoa.


Lebih jauh baca:

Asal-Usul Nama Tempat di Jakarta karya Rachmat Ruchiat yang bisa didapatkan di TokopediaBukaLapak, dan Shopee.

Wilayah Kekerasan di Jakarta karya Jerome Tadie yang bisa didapatkan di TokopediaBukalapak, dan Shopee.

Folklor Betawi: Kebudayaan dan Kehidupan Orang Betawi karya Abdul Chaer yang bisa didapatkan di TokopediaBukalapak, dan Shopee.

Jakarta Punya Cara karya Zeffry Alaktiri yang bisa didapatkan di TokopediaBukalapak, dan Shopee.

Batavia Abad Awal Abad XX karya Clockener Brousson yang bisa didapatkan di TokopediaBukalapak, dan Shopee.

Dongeng Betawi Tempo Doeloe karya Abdul Chaer yang bisa didapatkan di TokopediaBukalapak, dan Shopee.

400 Tahun Sejarah Jakarta karya Susan Blackburn yang bisa didapatkan di TokopediaBukaLapakdan Shopee.

Batavia Kehidupan Masyarakat Abad XVII karya Hendrik E. Niemeijer yang bisa didapatkan di TokopediaBukalapak, dan Shopee atau telpon ke 081385430505

Buku terkait dengan artikel.